Dewi's posts with tag: hongkong
|  | Hongkong Trip - 29 Agt - 1 Sept 2007
Hasil main-main di Hongkong selama 4 hari....pfuhhh..benar-benar kota yang sibuk...East meet West, Traditional vs Ultra Modern City, very dramatic urban environments ..maybe it's like NYC or Manhattan in Asia Version..MAYBE soalnya gue kan lom pernah ke NYC neither Manhattan hihihihi. Gedung pencakar langit saling berlomba tinggi-tinggian, taksi merah banyak bangeeett....panaaass...flat sempit dimana-mana..jemuran centang perentang persis kayak di film-film hongkong...belum lagi papan iklan warna-warni kalau malam hari ... sempet keluar keringet dingin waktu main ke Kowloon saking crowdednya...ampyuunn...dasar orang udik kali gue yaak...pusing banget liat orang jualan dimana-mana hahahahah Kebetulan gue main ke HKG pas deketan tanggal orang gajian..so jadilah tanggal 1 September gue takjub banget liat stasiun MRT Central yang segede bagong itu tiba-tiba full banget sama orang-orang..antrian ATM puanjaaanngg...naik eskalator..sama juga....mau keluar sami mawon...pake sikut-sikutan juga hihihihi tapi tetep disiplin antri kok :-) But still Hongkong itu modern banget...as a stranger in crowded city..gue feel no worry get lost...semua papan petunjuk tertata rapi, sistem transportasinya otomatis rapi dan saling terhubung, informasi buat turis gampang banget di dapet dari internet, papan petunjuk sampai brosur...fasilitas ..Gedung-gedung tua peninggalan jaman penjajahannya masih banyak yang di pertahankan ...vihara, gereja kuno..berdampingan denngan gedung-gedung modern...nah paling seru itu kalau malam...seruuuu...beneran deh Hongkong itu adalah City of light !
|
|  | Sabtu, 1 September 2007 Hari Ke-4 : 10K Buddha stones?...lets count ...! 400 steps?.....again??
Lokasi : Ten Thousands Budha Sha Tin, New Territories Hongkong |
|  |
Jumat, 31 Agustus 2007
“a nice break from the crowd, hustle and bustle of Hong Kong..
Tujuan kami pada hari ke- tiga di Hongkong adalah mengunjungi Big Budha dan Po Lin Monastery di Lantau Island, Pulau terbesar di Hongkong tempat di mana Disneyland Hongkong dan Cep Lap Kok Hongkong International Airport juga berada.
Untuk menuju Lantau Island mudah saja, cukup ambil jalur MTR ke arah Tung Chung Line atau dengan kapal Ferry dari Pelabuhan Central Pier. Karena salah satu dari teman saya mudah terkena mabuk laut, maka transportasi dengan jalur daratlah yang kami pilih. Setelah 30 menit perjalanan dari Causeway Bay MTR Station, kami tiba di Tung Chung MTR Station. Perjalanan lalu di lanjutkan dengan bis ke arah Po Lin. Kebetulan Tung Chung MTR Station letaknya juga berdekatan dengan Terminal Bis Tung Chung dan stasiun kereta gantung Ngong Ping 360 Skyrail. Dari MTR ambil pintu keluar yang bertanda “Ngong Ping”, lalu kita cukup menyeberangi halaman Citygate Outlett Mall, nah sampai sudah di terminal Bis Tung Chung. Naik bis besar mirip HIBA no. 23 berwarna hijau dengan tiket seharga HK$ 16 (pp). Terminal bisnya sendiri tidak terlalu besar, tidak hiruk pikuk, cenderung sepi dan tentu saja bersih. Antrian cukup panjang tapi semua tertib mengantri. Jam kedatangan bis pun tidak lama, kira-kira 10 menit sekali. Tung Chung sendiri lebih mirip kota baru...semuanya tampak teratur dan bersih. Pusat perbelanjaan, perkantoran dan hotel yang berdekatan dengan fasilitas umum lainnya , pedestariannya lebar-lebar, disediakan trek khusus untuk pengendaran sepeda, Pos Pemadam Kebakaran dan Pos Polisi station letaknya saling berdampingan, kompleks pendidikan yang luas serta tempat pemukiman memiliki blok-blok tersendiri. Dari terminal bis Tung Chung ini, kita juga dapat langsung menaiki jembatan penyeberangan ke arah stastiun kereta gantung Ngong Ping 360 Skyrail yang letaknya berdampingan dengan terminal bis. Sayang sekali, sejak dihantam badai pada Juni 2007 lalu, kereta gantung ini belum lagi di operasikan sampai dengan batas waktu yang belum dapat di sebutkan. Padahal dari beberapa referensi yang saya dapatkan, perjalanan dengan Gondola Lift Ngong Ping Skyrail ke Po Lin Monastery ini sepertinya asyik sekali. Mungkin dahsyatnya kurang lebih sama dengan naik kereta gantung ke gunung Mat Cincang di Langkawi, Malaysia. Pemandangan laut, hutan dan gunung dari ketinggian...wuiiih kebayang kan.
Selama +/- 50 menit perjalanan dengan bis ke arah Po Lin Mona stery, saya di hadiahi pemandangan berwarna hijau dan biru dimana-mana ... melalui jalan kecil berkelok-kelok yang hanya pas untuk 2 mobil, mata ini segar sekali rasanya setelah dua hari sepet hanya melihat hutan beton Hongkong Island dimana-mana. Pepohonan, hutan hijau bercampur dengan gunung yang di selimut kabut di puncaknya, danau hijau kebiruan...belum lagi di beberapa sudut jalan tampak laut di kejauhan..duuh kalau sudah begini rasanya terasa banget deh betapa pentinganya menjaga kelestarian alam....
Setelah cuci mata dengan pemandangan hijau royo-royo, akhirnya mulai jelas nun jauh di atas gunung Muyushan (Phonix) terlihat patung perunggu sang Budha. Ukurannya yang raksasa itu makin tampak begitu mempesona begitu kita memasuki pelataran Po Lin Monastery. Dengan ukuran patung setinggi 23 m atau 26 m bila diukur termasuk dari pelataran Lotus dan berat 250 ton, maka patutlah kalau patung Big Budha atau The Tian Tan Budha atau Sakyamuni ini dianggap sebagai “World’s Largest Seated Outdoor Bronze Statue of Budha” Patung Budha dengan pose Teratai ini, pose duduk yang sering digunakan untuk meditasi, terbuka untuk publik sejak tahun 1993 setelah 10 tahun pengerjaan. Rasanya impas sekali kalau saya harus berpanas-panas ria menaiki 268 anak tangganya. Begitu sampai di atas pelataran...waduuuuh pemandangan yang saya lihat indaaaah sekali.....stunning..!! Biru langit berbatasan dengan biru laut dengan pulau-pulau kecil di sekeliling pulau Lantau...Shek Pik Reservoir seakan-akan oase yang segar diantara lebatnya pepohonan di kaki Gunung Lantau yang berbatu-batu..belum lagi kabut tipis menggantung diatas puncak gunung....semuanya memberi ketenangan di dalam hati..adem..begitu pun pada saat saya menatap wajah Sang Budha..aah wajahnya benar-benar lembut sekali...i love His Eyes...it’s so calming..sepertinya sih kalau dia hidup saya sanggup berjam-jam curhat ke beliau..
Tepat di pelataran puncak tangga, terdapat 8 patung bodhisatvas dalam posisi berlutut yang membawa berbagai macam bentuk barang semacam hadiah yang di arahkan ke Big Budha. Di pelataran ini juga terdapat semacam ruang pameran dimana di dalamnya terdapat lonceng besar dengan ukiran-ukiran bergambar Budha. Sedikit tips terutama untuk yang suka hobi fotografi, karena posisi patung yang berada di sisi selatan dan menghadap ke Utara (agak ke timur)..Big Budha ini cocoknya di datangi di pagi hari.. terlalu siang datang maka untuk angle frontal ke arah wajah sang Budha akan tidak maksimal alias agak gelap. Konon, patung ini menghadap ke arah Beijing dan Cina Daratan..karena saya buta arah mata angin, betul atau tidaknya saya tidak bisa buktikan 
Berseberangan dengan The Tian Tan Budha, terl etaklah Kompleks Po Lin (Precious Lotus) Monastery. Untuk memasukinya kita akan melewati Main Gate yang tinggi menjulang, lalu kemudian Kuil Welto yang berisi beraneka patung-patung Dewa. Di pelataran kuil ini banyak orang melakukan doa dengan membakar dupa..dupanya besar-besar bahkan bisa di bilang raksasa, tempat pembakarannya juga besar-besar, ada yang mirip kuali dan tempayan..menarik sekali....Tempat peribadatan Vihara Po Lin itu sendiri ada di belakang kuil Welto. Dengan tembok berwarna merah dan atap kuning, saya jadi langsung teringat dengan film-film kungfu tentang para biarawan yang juga jago bermain silat hehehehe...Viharanya sendiri di dominasi dengan relief-relief dan lukisan naga...sedangkan di dalam ruang peribadatannya bernuansa emas dan kuning dan 3 patung budha yang terbuat dari perunggu yang melambangkan kehidupan Budha di masa lalu, sekarang dan masa datang.
Selain bisa menikmati sejuknya Vihara Po Lin, kita juga dapat sedikit melakukan trekking di sekitar area obyek wisata ini. Trek ringan yang saya coba bernama Wisdom Path dengan mengikuti papan petunjuk ke arah jalan menuju Tea Garden Restaurant yang ada di sisi kanan pelataran Patung. Ikuti terus jalan setapak tersebut hingga melewati semacam rumah makan sederhana bernama Tea Garden Restaurant, kita akan sampai di area terbuka dengan pemandangan Puncak gunung lantau yang berbatu-batu dengan Shek Pik Reservoir di kejauhan. Disini juga kita bisa memilih apakah akan terus lanjut ke arah jalur trekking ke puncak atau hanya berkeling dan sedikit menanjak di Wisdom Path. Wisdom Path itu sebenarnya adalah jalan kecil dimana sisi kiri kananya ditancapkan balok-balok kayu berukir kaligrafi dalam huruf cina. Karena saya tidak menggunakan jasa guide..otomatis saya dan teman-teman hanya Cuma bisa berfoto-foto saja tanpa tahu maksud dari wisdom path ini. Anyway....Its really a nice trip for cooling down and perfect place to a short gateway from hustle and bustle of crowded city like Hongkong.... i love it 
|
|  | Kamis, 30 Agustus 2007
Hari kedua di Hongkong… Full day for fun at Disneyland Hongkong
Alih-alih niatnya sampai di Disney jam 10 pagi, tahunya baru melek jam 9.30 pagi hehehe….anyway it’s a holiday ya kaan…no rush no hurry...just enjoy ajah.. Susah payah mengumpulkan nyawa dan ini itu dulu..akhirnya jam 11-an siang baru deh mejeng di dalam MTR ke arah Central. Karena kemarin sudah sempat seliweran di Central MTR Station, jadi tidak usah pakai melirik-lirik lagi ke tanda-tanda petunjuk di stasiun, begitu turun, langsung melangkah mantap ke arah Hongkong Island MTR Station untuk pindah jalur arah Tung Chung Line. Walau antara Central dan Hongkong Island MTR Station letaknya saling menempel, tapi ternyata jalur penghubungnya lumayan jauh juga, untungnya pemerintah Hongkong berbaik hati menyediakan banyak eskalator berjalan macam di Bandar udara.. jadi tidak berasa deh capeknya . Satu hal yang saya perhatikan juga..apabila kita naik eskalator di Hongkong, sisi kiri adalah “jalur orang gajian” alias buat orang-orang yang ingin cepat-cepat, sedang sisi kanan saya namakan ‘jalur leyeh-leyeh’ soalnya bisa nyambi sms an, nyambi lihat-lihat, malah banyak yang nyambi main game boy.. :-)
Disneyland Hongkong yang letaknya di Pulau Lantau ini memiliki jalur MTR khusus tersendiri sebagai salah bentuk kemudahan yang diberikan ke para pengunjungnya, namanya Disneyland Resort Line. Untuk ke jalur tersebut. kita harus ambil jalur dari Hongkong Island MTR Station ke arah Tung Chung Line, turunnya di Sunny Bay MTR Station. Lalu tinggal melangkah ke depan ganti naik MTR khusus ke Disneyland. You wont get lost guaranted hihihi. Dari Hongkong Island ke Sunny Bay butuh waktu +/- 25 menit. Bentuk keretanya menarik..sangat Disney dan imut-imut. Jendela-jendelanya berbentuk kepala mickey, interiornya juga berbeda dari kebanyakan….tempat duduk sofa berwarna biru dengan etalase berbagai bentuk figurine tokoh-tokoh seperti Donald Duck, Mickey, Desy, Paman Gober dll, bahkan tempat pegangan tangannya berbentuk kepala Mickey….
Tengah hari bolong akhirnya kita bertiga sampai di Disneyland. Harga tiket masuknya HK$ 350, sempet heran karena disangka HK$ 295..ternyata karena masih masuk Summer Holiday jadi harganya lebih mahal…waduuuh di luar budget nih…kepalang tanggung ya tinggal gesek saja…seeeekk akhirnya kesampaian juga ke Disneyland Hongkong horeee.
Waktu sempit, gak mau rugi, sibuk mencocokan jadual pertunjukan dari satu area ke area permainan, udara panaaas, telat makan, sibuk foto-foto akhirnya malah kepala nyut-nyut gak karuan, kaki pegal-pegal…ke food court waktu lunch time semua penuh, jadi jam makannya makin molor lagi, baru duduk manis jam 3 sore, menunya yang anti pork seharga HK$ 55 terdiri dari beef steak tipis dengan mashed potato seadanya (rasanya enakan Steak Abuba kemana-mana!)..padahal sarapan telat dan minimalis sekedar isi, untung bekal Coklat Marsh dan banyak Tap Water jadi bisa minum banyak tanpa takut bangkrut…
Disneyland yang bentuknya di desain secara pakem feng shui ini terbagi menjadi 4 area permainan : Main Street USA (Main Entrance Gate), Fantasy Land, Tomorrow Land, dan Adventure Land. Sebenernya beberapa permainan ada yang mirip dengan di Dufan Jakarta seperti Buzz lightyear, kalau di Dufan itu ya Perang Bintang, .tembak-tembakan pake sinar laser…Orbitron, naik piringan muter-muter dari bawah sampai naik ke awang-awang sampai pusing, Carrousel, Bombom Car, Sleeping Beauty Castle fireworks sekarang di Dufan juga ada yang mirip setiap Sabtu malam jam 7. Cuma semua permainan di sana di kemasnya menarik banget dengan nama-nama yang lucu. Saya dan teman-teman sendiri terpaksa harus lebih selektif memilih, selain karena udaranya panas banget jadi pengen cari aktifitas yang adem-adem saja, juga pertimbangannya memilih yang lain daripada yang lain. Masing-masing area permainan harus ada satu yang di coba. Berikut tempat-tempat yang saya sempat tengok : 3D Film Mickey’s Philhar Magic, Golden Mickey Show, Festival of the Lion King Show, Jungle River Cruise, Mirabela Fortune Teller, Disney on Magic Parade, Mickey’s Waterworks Parade, dan jurus pamungkasnya Disneyland Hkg..Sleeping Beauty Fireworks. Yang ini bener2 puas lihatnya deh ..tapi gagal naik Autopia, Adventure of Winnie the Pooh dan Space Mountain gara-gara yang antri panjang bangeeeeet . Belanja ? wah yang ini akhirnya mau gak mau dilakukan juga…shop till u close deh judulnya alias belanja sampe tokonya mau tutup (lha iya wong baru masuk liat-liat jam 9 malam kok ) hehehehe….
|
| |