Reviews

ReviewReviewReviewReviewReviewEARTHApr 22, '08 2:22 PM
for everyone
Category:Movies
Genre: Documentary

Diajak Debby Hanna nonton bareng WWF Indonesia, film EARTH di BLITZMEGAPLEX, Grand Indonesia. Filmnya luar biasa bagus, sesuai dengan komentar dalam sebuah review film ini YOU CANT HELP BUT BE IMPRESSED BY WHAT YOU SEE...benar-benar membuka mata awam melihat kehidupan dari sisi yang berbeda yaitu bagaimana fauna dalam berjuang untuk hidup di alam bebas dan serta upaya mereka dalam menyelamatkan generasi penerusnya dari ancaman perubahan iklim termasuk akibat efek global warming .


 


Pergulatan hidup mereka - dunia fauna -  diwakili oleh tiga tokoh yaitu Beruang Kutub, Gajah dan Paus Bungkuk


 


Perjuangan Beruang Kutub dalam mendapatkan makanan selama musim panas yang singkat di kutub mengawali adegan dari film yang berdurasi 90 menit ini. Beruang kutub betina dengan anak-anaknya yang baru keluar dari lubang perlindungan selama musim dingin berpacu dengan waktu untuk mendapatkan makanan selama musim panas yang singkat, sedangkan efek global warming yang mencairkan sebagian besar daratan es menjadi faktor utama penghambat jalan mereka. Digambarkan pula kisah sang beruang kutub jantan yang kelaparan, dimana dia harus berenang dengan sisa-sisa tenaganya bermil-mil jauhnya diantara es yang telah menjadi air untuk berjuang mati-matian mendapatkan mangsanya  berupa 'benteng' sekumpulan Walrus. Kisah sedih dari akhir hidup sang beruang kutub bisa dikata adalah contoh nyata efek lain dari global warming yaitu ancaman akan  punahnya jenis hewan ini dimasa mendatang (terus terang adegan ini sukses membuat mata gue berkaca-kaca) 


Beralih dari adegan didaerah Kutub yang bersalju ke daerah gurun pasir Afrika yang tandus, kita dihadapi dengan sekelompok gajah yang sedang berjalan jauh menuju dataran Ocavango Afrika untuk mendapatkan sumber air yang semakin jauh untuk di dapatkan. Berdasarkan naluri yang diwarisi dari para pendahulunya, para gajah berimigrasi melintasi medan yang tandus serta dihantui oleh badai pasir yang membutakan,  sehingga kerap membuat seekor gajah dapat terpisah dari kelompoknya.Tidak hanya disitu, manakala tujuan utama telah dicapai permasalahan lain timbul. Berbagi sumber air dengan para predator seperti singa juga merupakan salah satu ancaman yang harus di hadapi kelompok gajah ini.  


Kehidupan fauna laut diwakili oleh sepasang ibu dan anak Paus Bungkuk. Sang paus betina pada saat melahirkan mencari perairan dangkal yang tenang, tapi untuk mendapatkan makanan sang ibu dan anaknya tersebut harus berenang melintasi samudra atau setengah jarak dari luas bumi. Bersisi-sisian mereka berenang melintasi samudera melawan ancaman ombak tinggi, arus dingin dan predator utama The Magnificent GREAT WHITE SHARK. Tidak se tragis kisah sang beruang kutub, keluarga ini berhasil tiba di tempat tujuan mereka. Namun udang Krill sebagai santapan utama Paus Bungkuk semakin menipis seiring dengan semakin banyaknya es di kutub yang mencair. 


Selain dari tiga kisah utama ini, penonton akan disuguhi berbagai efek film yang menggambarkan keindahan di alam bebas seperti...anak-anak bebek mandarin yang belajar terbang, The SUperb Birds of Heaven di Papua yang memiliki kebiasaan membersihkan "panggungnya" sebelum "melakukan pertunjukan" untuk memikat para burung betina, gerakan lambat yang menakjubkan dari seekor great white shark yang sedang memangsa anjing laut, perjuangan sekelompok bangau demoiselle   yang berimigrasi melintasi gunung Everest dan keindahan dari badai Aurora Australis. Konon untuk pembuatan spesial efek dari adegan gunung everest, gambar diambil dari jendela pesawat diketinggian 28.000 feet !! 


Teknik pembuatan film yang memakan waktu selama 5 tahun disajikan dengan rapi dan memukau. Dari apa yang kita lihat dan kita dengar dari narasi film yang dibawakan oleh Patrick Stewart (X-Men) paling tidak akan membuat kita tersadar indahnya planet ini; sekaligus mengingatkan betapa rapuhnya keseimbangan ekosistem dan mahluk-mahluk yang ada di dalamnya.


 


yuuk nonton lagi bareng-bareng :))

Sutradara : Alastair Fothergill, Mark Linfield


 


TRIVIA VERSI GUE:


 


Make me sad : waktu sang beruang kutub jantan mati :(( (almost crying)


Make me proud : para induk hewan.....You all are GREAT MOM


Make me laugh : tarian dari THE SUPERB BIRD OF HEAVEN di Papua


Amazing moment : adegan slow motion GREAT WHITE SHARK


The great scene : imigrasi bangau Demoiselle melintasi gunung Everest


Dont wanna see : adegan serigala, cheetah dan singa saat menangkap mangsanya...hiks


Cute animal : LYNX..si kucing liar..hehehe




ReviewReviewReviewReviewSHARK TROUBLEApr 13, '08 7:30 AM
for everyone
Category:Books
Genre: Nonfiction
Author:Peter Benchley

Buku setebal 186 halaman dengan bahasa yang mudah dipahami, setelah dibaca ternyata isinya bukan mengenai "kejahatan hiu" sebagaimana di visualisasikan dalam film "JAWS" - yang diambil dari buku karangan beliau juga - tapi lebih cenderung meluruskan pandangan negatif  tentang hewan ini Mungkin semacam permintaan maaf pak Benchley kepada kaum Hiu akibat ephoria negatif tentang hiu dari film JAWS.


Dalam buku ini, Benchley banyak menulis tentang ilustrasi, contoh kasus, pengalaman pribadi beliau termasuk selama menyelam dan perjumpaannya dengan berbagai jenis hiu , ajakan untuk melihat kehidupan hiu dari sisi yang berbeda serta binatang laut lainnya. Termasuk cerita menarik tentang sebuah desa nelayan yang menggambarkan ekosistem laut dan bagaimana hubungannya dengan manusia yang hidupnya bergantung kepada kehidupan laut di sekitarnya.


Selebihnya dari buku ini yang paling menarik bagi saya adalah pelajaran bagaimana perilaku kita seharusnya di dalam laut dan segala resikonya. Laut dan kehidupan di dalamnya adalah misteri besar yang masih banyak belum terungkap manusia...dalam kapasitas manusia, begitu saya berenang atau menyelam ke dalam laut, saya adalah tamu...saya adalah mahluk asing yang datang kerumah orang lain untuk berkunjung dan bertamu, melihat-lihat keindahan rumah mereka.... We should respect to each other to share the ocean..... we're living equally in this world, aren't we.


Berikut adalah review yang diambil dari situs http://www.peterbenchley.com/newbook.htm


Shark Trouble
by Peter Benchley


Master storyteller Peter Benchley combines high adventure with practical information in Shark Trouble, a book that is at once a thriller and a valuable guide to being safe in, on, under, and around the sea. The bestselling author of Jaws, The Deep, and other works draws on more than three decades of experience to share information about sharks and other marine animals.


"Shark attacks on human beings generate a tremendous amount of media coverage" Benchley writes, "partly because they occur so rarely, but mostly, I think, because people are, and always have been, simultaneously intrigued and terrified by sharks. Sharks come from a wing of the dark castle where our nightmares live - deep water beyond our sight and understanding - and so they stimulate our fears and fantasies and imaginations."


Benchley describes the many types of sharks (including the ones that pose a genuine threat to man), what is and isn't known about shark behavior, the odds against an attack and how to reduce them even further - all reinforced with the lessons he has learned, the mistakes he has made, and the personal perils he has encountered while producing television documentaries, bestselling novels, and articles about the sea and its inhabitants. He tells how to swim safely in the ocean, how to read the tides and currents, what behavior to avoid, and how to survive when danger suddenly strikes. He discusses how to tell children about sharks and the sea and how to develop, in young and old alike, a healthy respect for the ocean.


As Benchley says, "The ocean is the only alien and potentially hostile environment on the planet into which we tend to venture without thinking about the animals that live there, how they behave, how they support themselves, and how they perceive us. I know of no one who would set off into the jungles of Malaysia armed only with a bathing suit, a tube of suntan cream, and a book, and yet that's precisely how we approach the oceans.


"No longer. Not after you've read Shark Trouble.


 



*PS : Thanks to my ex buddy HWBY who introduced me to this interesting book*


ReviewReviewReviewReviewWarung Nasi WardaniJun 13, '07 1:52 AM
for everyone
Category:Restaurants
Cuisine: Asian
Location:Denpasar, Bali
Denpasar, Bali 28 Mei 2007

Menu makanan tradisional Bali sepengetahuan ku adalah Sate Lilit, Babi Panggang dan Nasi Campur.

Karena bukan pemakan "porky" & ingin mencoba makanan dengan rasa otentik alias bukan makanan tradisional versi cafe & restoran, maka pilihan pun jatuh ke Warung Wardani.

Warung Wardani tipikal warung rumahan yang kondang dengan Nasi Campur Balinya. It's pure Halal, 100% no pork hehehe. Letaknya memang agak jauh dari daerah turis (+/- Rp. 50 rb dengan taxi). Terletak di Jalan Yudistira no. 2 (it's one way!) kita tidak akan banyak menemukan banyak menu pilihan disini.

Jangan harap bertemu pelayan yang rajin menerangkan ini itu tentang Makanan Bali....jangan juga berharap bertemu 'bule-bule" menjadi teman makan siangmu, soalnya yang gw lihat justru banyak pendatang lokal yang ada dan itu di aminkan oleh supir taxi yang mengantar gue ke sana. Ruangannya juga sederhana, meja-meja makan dengan 4 kursi atau meja makan panjang. Dengan satu lemari display untuk memajang masakan yang siap di pilih oleh para pengunjung.

Nasi Campur nya disajikan terdiri dari Nasi putih yang dikelilingi oleh beraneka Lauk Pauk seperti Udang Goreng, Telur bumbu bali, sayur tumis kacang panjang, ayam suir, Sate Lilit, Sate Sapi & Sayur Nangka. Plus tidak ketinggalan Sambal Matah, sambal nan pedas khas Bali.

Rasanya ya benar-benar rasa masakan rumah, terasa pas di perut (entah kenapa Nasi Campur ala Warung Made terasa beda jauh dengan nasi Campur ala Warung Wardani..?)...bumbunya terasa sekali apalagi sambalnya...makan pun tanpa beban secara harganya murah meriah...

Kesimpulannya :
Gw suka sambalnya...
sate lilit nya juga enak, hmm tapi lebih mirip seperti otak-otak
Murah harganya ..tapi letaknya jauh di tengah kota
Agak kecewa dengan pelayannya ..soalnya gak bisa jawab pertanyaan gw tentang lauk-lauk Nasi Campur (ini makan apa nanya seeeh hihih)
Absolutely suka dengan es teh manisnya.. Teh Goalpara dengan air es yang diberi sentuhan Daun pandan..alamaaak nikmatnyaaa.....

WARUNG WARDANI
Jl. Yudistira no. 2
(0361) 224 398
Nasi Campur Rp. 17.500
Es Teh Manis Rp. 2.000





ReviewReviewReviewReviewReviewFish Guide - Southeast AsiaDec 18, '06 1:16 AM
for everyone
Category:Books
Genre: Other
Author:Helmut Debelius
Setiap kali selama dan sehabis menyelam, gue pasti sibuk bertanya-tanya tadi ikan apa ya papasan di bawah air....atau ini ikan mirip ikan anu, tapi kok ada yang beda..atau bener gak sih ikan si B yang baru gue lihat...aduh garing banget gak sih kalau gitu, maklumlah pengetahun akan ikan-ikan an memang minim hehehe....tapi mudah-mudahan sih sejak gw punya buku ini pertanyaan-pertanyaan tadi bisa terjawab..yah minimal bisa buat bahan diskusi pada saat kita mencoba identifikasi foto-foto ikan temuan kita selama menyelam.

Bukunya gak tebal cuma 153 halaman, tapi cukup komplit dengan gambar dan keterangan, verycolourful, penuh dengan foto-foto berbagai jenis ikan yang biasa ditemui di sepanjang perairan dan habital laut di Asia Tenggaran. Berisi lebih dari 800 foto berwarna yang di bagi berdasarkan nama "family"

Very comprehensif guide book to marine fishes and contains large collection of underwater fish image. It really a must have Refference Book

Sayangnya sampai saat gw bisa dapetin buku ini..belum pernah melihat buku ini nongol di rak toko-toko buku di Jakarta...gak tahu kurang explore atau memang tidak pernah beredar...yang pasti buku ini harganya S$ 34,9 or sekitar Rp. 175 rb an. Thanks to Deen@ yg sudah bersusah payah melototin rak-rak buku di seantero toko buku Kinokuya Singapore....


ReviewReviewReviewReviewWARSO FARMS Jul 31, '06 1:02 AM
for everyone
Category:Other
Dengan mengusung konsep agrowisata, warso farm tepat di jadikan surga bagi para pecinta buah "santapan raja-raja" durian. Terletak di jalur alternatif sukabumi, tepatnya di Desa Cihideung, Kecamatan Cijeruk, Kab. Bogor, area ini sangat mudah di capai Lahan 7 ha milik H. Soewarso Pawaka memiliki +/- 900 pohon durian dengan 7 varietas unggulan seperti Petruk, Lay, Sunan, Tembaga, Monthong, dan Si Mas.
Pengunjung terutama dalam bentuk group/rombongan yang memang ingin membeli durian disarankan untuk memesannya terlebih dahulu sebelum datang agar tidak kehabisan di Galeri Foto lalu santaplah durian pesanan anda bersama-sama di galeri Fahmi
Bagi keluarga yang ingin mengadakan acara ulang tahun atau pertemuan keluarga, Warso Farm juga menyediakan sebuah balai pertemuan berkapasitas sekitar 90 orang. Tempat wisata yang dibuka hanya pada akhir pekan pukul 07.00—17.00 menyediakan juga area 'playground' bagi anak-anak, bahkan bila datang pada saat panen, mereka dapat juga diikutsertakan ikut panen singkong, cabai dan tanaman-tanaman lain.

Tips : Saat tepat untuk datang yaitu bulan Desember saat semua jenis durian berbuah. Jangan khawatir kejatuhan buah durian karena semua buahnya sudah diikat di tiap dahannya :-)

WARSO FARM
d/a H. Soewarso Pawaka
Desa Cihideung - Kelurahan Cipelang Kecamatan Cijeruk - Bogor
Tel: (0251) 211344 Fax: (0251) 211343
No admission fee
Open only in weekend at 07.00-17.00
Average price (Durian Monthong) Rp. 30K
Pics : http://deesm.multiply.com/photos/album/31


ReviewReviewReviewReviewReviewCafe DedaunanJul 24, '06 5:53 AM
for everyone
Category:Restaurants
Cuisine: International
Location:Kebon Raya (Botanic Garden) Bogor
Salah satu resto favorit gue...dimana makanan lezat berpadu dengan indahnya pemandangan...benar benar kombinasi yang ciamik....

Selepas berkeliling kebun raya, adalah saatnya menikmati udara segar di sore hari dengan ditemani secangkir kopi dan sepiring pofertjes....sepertinya sudah tak terbantahkan mengapa gw enjoy banget makan di tempat ini...

Jam buka : 9.00 am -10 pm (11.pm at Saturday)

Just be there....and indulge your self..



ReviewReviewReviewReviewDE KOFFIE-POT, BOGORJul 24, '06 2:35 AM
for everyone
Category:Other
Located at the corner of Jalan Sempur and Jalan Salak. Bogor, this is a quite nice and cozy place to chat with friends. Has a few comfy sofas, minimalis interior, modern style and the Coffee is quite good. Served like other int'l coffe shop like Starbucks or Coffe Bean. Try its espresso, cappuccino, Fruit Based Drinks, Flavoured Tea, Cheesecake, Black Forest, Croissant and Club Sandwich.
Range price between Rp. 6-30 K (excl tax and service 10%).
Credit card allowed for minimal purchase payment Rp. 100K. No Debit Card ;-p

De Koffie - Pot
Jl. Salak no 6
Bogor
Telp: 0251-323113

my pics: http://deesm.multiply.com/photos/album/28


ReviewReviewReviewReviewReviewDESSERT ONLY Jul 2, '06 10:27 PM
for everyone
Category:Other
Sunday, 2 July 2006

On my way back to parking lot, i found this little cozy place at La Piazza Kelapa Gading. Located near to Pizza HUT, DESSERT ONLY serve its delicious cake together with THE TEA GALERY. Attracted with its pink strip line packaging box, I ordered (take away) its cute mousse dessert "Chocolate Indulgence". Rp. 16K (excl tax 10%). The packaging is beautiful and neat. The mousse is very soft, taste very delicious, not too sweet, like melted in my mouth ;p
I luv it...next time i'll be back.

*DESSERT ONLY at THE TEA GALLERY*
-La Piazza, Level Ground, Shop no 3B
Kelapa Gading Jkt
-Senayan City, Level 5 Shop no 37
www.dessertonly.com





Category:Other
IMPORTANT SAFETY NOTICE - SUUNTO D9 AND D6 DIVING INSTRUMENTS

http://www.suuntoservice.com/safetynotice/diving/

Suunto Oy has identified a software bug in the D9 and D6 diving instruments. The software bug may cause the D9 and D6 to incorrectly track dive time on rare occasions, potentially causing a risk to the diver. For further information please read more at http://www.suuntoservice.com/safetynotice/diving/img/D9D6_Customer_letter_090606_2_.pdf.
Therefore, Suunto is requesting that the D9 and D6 products with the serial numbers listed below shall be returned for a software update that eliminates this issue.

The products affected are:
D9 serial numbers 62102582 and below
D6 serial numbers 62103693 and below

Suunto strongly recommends that D9 or D6 should not be used for diving before the unit has been updated with the latest software. If the product is used before updating the software, backup instrumentation must also be used.

Suunto will provide a free software update to fix the bug. Please bring your D9 and/or D6 to your nearest local authorized Suunto retailer for the software update as soon as possible. For contact information please visit our web site www.suunto.com If that is not possible or if you require any further details, contact the Suunto Help Desk at SuuntoD9-D6@nordictelecenter.fi To contact Suunto by phone, call toll free 1 800 543 9124 in the USA and Canada, or +358 284 1160 (international call rates are applicable) from all other countries.

As a complimentary service Suunto will at the same time replace your battery and perform a pressure test free of charge.

Suunto apologizes for any inconvenience.








© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help