Bandung, 9 Feb 2007
Kunjungan ke toko Kopi Aroma merupakan kunjungan tanpa rencana penuh kejutan. Siang itu aku tersasar pasrah bersama rekan-rekan kerjaku di PASAR BARU jalan OTISTA Bandung. Berasa enggan dengan pemandangan toko baju, tiba-tiba tersirat satu impian untuk menghirup aroma kopi fresh...yak KOPI AROMA. Dan sms info pun terkirim kalau Toko Kopi Aroma ada di Jalan Banceuy....okey tanyakan saja ke tukang becak lalu segera panggil taksi dan selamatlah aku dari keriuhan pasar yang mirip Tanah Abang itu. "Sok atuh neng tinggal keseberang jalan saja..itu sudah Jalan Banceuy..lalu terus saja...nah diujung pas perempatan sebelah kanan itu Kopi Aroma....... Horeee ..! pucuk dicinta ulam pun tiba, ternyata yang dituju memang arahnya sudah benar.... dan kaki pun melangkan tergesa, lupa kalau semalam habis mengerang jatuh terkilir di Sierra..
Terselip diantara deretan toko onderdil mobil, motor dan toko material di kiri kanan, akhirnya kudapati toko tua itu. Bangunan pabrik dan gudang kopi yang menyatu dengan rumah dan toko masih tetap dipertahankan dengan gaya art deco sejak jaman Tan Houw Sian.sang pendiri KOPI AROMA.. . .khawatir melanggar hak privasi, dengan wajah harap aku memohon permisi untuk bisa sekedar jeprat jepret di dalam toko. Ternyata niat baik ku disambut melebihi ekspetasi. Sang pemilik, Pak Widyapratama, anak dari sang pendiri, dengan senang hati serta merta tanpa diminta mengajak saya ke gudang belakang melihat-lihat proses pembuatan biji kopi siap pakai.
Dengan ramah beliau pun menerangkan bahwa proses yang dia lakukan berbeda dari pabrik lainnya. Tidak ada proses instant disini, sama seperti kita hidup, segala sesuatunya harus dilakukan dengan proses. Kopi yang dihasilkan oleh kopi aroma merupakan kopi yang telah diperam selama 8 tahun sebelum digiling (katanya untuk menurunkan kadar asam). Dengan diturunkannya kadar asam, justru disitulah timbul khasiat dari meminum kopi. Tidak akan bikin kembung karena semua proses dilakukan secara tradisional tanpa ada campur tangan zat kimia. Siapa duga kalau dari penjelasannya, disebutkan pula bahwa khasiat kopi itu salah satunya bisa menurunkan kadar gula dalam darah dan bisa mengeringkan luka.
Tak lupa diimbuhkan pula filosofi hidupnya yang membuat aku angkat tangan "Memproses kopi tidak bisa dengan kebohongan, misalnya kopi yang masih baru disebut sebagai kopi yang sudah tua. Hidup ini untuk titipan dan koneksi saja, nanti pada akhirnya ada balasan"
Beliau tunjukkan pula bagaimana perbedaan antara biji kopi yang baru dipetik dengan biji kopi yang sudah disimpan setahun, 8 tahun dan mana yang siap untuk dipakai. Untuk biji kopi arabika, butuh penyimpanan selama delapan tahun. Sementara biji kopi robusta, lima tahun. ck ck ck ck. benar-benar tidak menyangka sebegiu rumitnya membuat bubuk kopi. Untuk menjaga mutu hanya biji-biji kopi terbaik saja yang diambil , antara lain dihasilkan dari daerah Aceh, Medan, Toraja. Semuanya hasil lokal Indonesia dan hanya ada 2 jenis yang dipakai yaitu Arabika dan Robusta.
Disebutkan pula bahwa semua mesin dan peralatan yang digunakan masih asli seperti pertama kali berdiri di thn 30 an... mesin timbang, mesin panggang, Peralatan usaha, lemari, rak, mesin kopi pemisah biji kopi, mesin gilingnya, Toples kaca, poster sampai juga dengan travo listrik...semua masih bagus dan terawat. hingga kemasannya pun tetap dipertahankan gaya tahun 1930-an. Bahkan didepan pintu masuk gudang dipajang 3 buah sepeda ontel milik sang ayahanda sebagai memoribilia atas segala jerih payah dan usaha keras beliau.
Sambil memperlihatkan proses pemanggangan biji kopi, dijelaskan bahwa tidak ada gas atau minyak tanah untuk memanggang biji kopi di sini. Hanya ada batang kayu karet yang digunakan, karena di situlah aroma dan khasiat kopi dihasilkan. Setelah itu sangrai/panggang, biji kopi lalu disimpan dalam karung goni dan bukan karung plastik agar tetap kering.
Setelah itu kami pun beranjak ke sebuah ruangan. Tak dinyana dibalik pintu yang tak seberapa besar itu tersimpan harta karun dalam bentuk beratus-ratus karung goni yang berisi biji kopi. "Karung yang bila dipukul berasa lunak itu berisi biji kopi yang masih baru di keringkankan dibawah sinar matahari selama 7 jam. Kalau yang berasa padat dan keras itu sudah 8 thn" Wow sejenak aku berasa seperti Paman Gober dalam gudang uangnya..hehehehe.
Puas berpetualang di gudang belakang toko, aku pun beranjak ke depan siap untuk melakukan transaksi dagang. Wah ternyata sedang ada proses shooting dari stasiun Trans7, katanya untuk acara Asal Usul...."Mbak mau dishoot gak..plus wawancara..sekalian saja kalau mau beli dulu" Yup, 1/4 kg kopi arabika seharga Rp. 9.500 dan kopi Robusta 1/4 kg seharga Rp. 7.500 pun bepindah tangan..dan akupun diwawancara sambil di shoot kamera... huehehe benar-benar kunjungan penuh kejutan .
TIPS : "Maoe minoem Koffie selamanja enak? aromanja dan rasanja tinggal tetep, kaloe ini Koffie soeda di boeka dari kantongnja harep di pindahken di stopfles atawa di blik jang ter-toetoep rapet. Djangan tinggal di kantong!
KOFFIE FABRIEK AROMA, BANDUNG Jalan Banceuy 51, Bandung 022 4230473
Bji kopi yang baru dipanaskan
|
 | hari rabu besok gue ke bandung, waks kudu ke sindang joo.. :)) |
 | yeeee...akhirnya daku punya temen seleb nyang masuk tipi...btw kapan disiarken ??? |
 | deesm wrote on Feb 12, '07 hari rabu besok gue ke bandung, waks kudu ke sindang joo.. :))  hayo di masukkan dalam jadual kunjungan.... |
 | deesm wrote on Feb 12, '07 akhirnya daku punya temen seleb  lhoo...kok baru tahu sekarang sih.... :D |
 | iya..iya...ngemeng2..kapan disiarkennya ??? |
 | deesm wrote on Feb 13, '07 iya..iya...ngemeng2..kapan disiarkennya ???  wah lupa gak nanya...tongkrongin aja acara Asal-usul...kalo pas bahasannya ttg Mitos Kopi bikin Ngantuk..nah itu dia...kecuali kalau adegan pas ada gue apes di sensor...jgn harap yah huehhehehe |
 | kalo lewat jalur magelang-wonosobo masih di temanggung (lupa nama daerahnya)ada kedai kopi milik perkebunan, semacam showroomnya lah,.. banyak banget menu yg ditawakan, semua tentang kopi,.... pemandangannya juga asik banget, diantara dua gunung SINDORO-SUMBING,...
|
 | KOPI emang AINK Banget euy..... gw tau dri uwak gw makanya gw penasaran pngen jl ke banceuy..disamping ownernya ramah kopi juga jg juara pisan lah |
 | deesm wrote on May 24, '07 ada kedai kopi milik perkebunan, semacam showroomnya lah,.. banyak banget menu yg ditawakan, semua tentang kopi,.... pemandangannya juga asik banget, diantara dua gunung SINDORO-SUMBING,...  spt menarik..tempat apa namanya....tx ya buat infonya..hmm tapi kapan ya bisa jalan ke situ :( |
 | deesm wrote on May 24, '07 kopi juga jg juara pisan lah  he eh..nih lagi sembari minum kopi AROMA..wanna ? |
 | Bravo.. outstanding article |
 | deesm wrote on Oct 24, '07 Bravo.. outstanding article  thanks...just iseng nulis apa yang udah dijelasin sama Pak Widya kok... :-) |
 | Barusan aja dari sana, beli kopi arabica n robusta, benerrrr pak Widyanya ramahhh banget, ngejelasin ttg kopi sama persis kaya yg ditulis disini. |
 | deesm wrote on Oct 26, '07 Barusan aja dari sana, beli kopi arabica n robusta, benerrrr pak Widyanya ramahhh banget, ngejelasin ttg kopi sama persis kaya yg ditulis disini.  jadi sekarang lagi ngupi ngupi dong........ |
 | ngupi arabica duluuuuuu, the taste like heaven :p |
 | deesm wrote on Oct 26, '07 the taste like heaven :p  plus pisang goreng bonus ujan...beneran kek di heaven deh...hehehe....enjoy the cofee yaaak |
 | Gimana Rasanya ya...kopi 8 tahun yang lalu.... |
 | Perkenalkan, nama saya Raymond Wesley Manurung, dari Medan, Sumatra Utara. Saya produsen kopi Robusta dari Sidikalang, Sumatra Utara. Apabila Bapak/Ibu berkenan untuk mengetahui biji kopi (green brans) Robusta Coffe yang kami hasilkan dari kebun kami sendiri, maka kami siap mengirimkannya kepada Bapak (AROMA Coffee). Kami mohon respon Bapak melalui SMS ke: 0819-3301-7851 atau ke alamat e-mail: manroe.bali@yahoo.com. terima kasih, Salam, Raymond. ( http://manroecoffee.indonetwork.co.id/) |
 | terima kasih Pak Raymond..mungkin penawarannya bisa lgsg ke telp Toko Kopi Aroma yang sudah saya cantumkan di atas
Regards DS |
| |