Lamandau, 21 Agt 2006. 18 Agustus kemarin giliran Mamah yang tiup lilin. Tanya sana sini jadual masing-masing, akhirnya baru bisa kumpul 3 hari kemudian. plus menurut sms yang gue terima 'dress code'nya adalah merah putih.. waduh semoga gak di kerek ke tiang bendera aja nih kalau lagi kumpul... Mengikuti arahan dari ABG Benhil sebagai salah satu EO nya, walhasil melajulah siang itu gue bareng si Om en ABG Mesum naik Jippy ke arah Restoran DAPOER yang baru dibuka kira-kira Juli 2006 lalu tepatnya di jalan Lamandau III tidak jauh dari Blenger Burger dan berseberangan dengan jajaran kios bunga Barito, Jakarta Selatan. Memasuki resto DAPOER sendiri, ambience yang ingin diciptakan adalah back to 50’s-60’s.. apalagi didukung dengan bentuk bangunan megah berlantai dua serta dekorasinya seperti koleksi hiasan dinding piring antik, lemari kayu, meja makan marmer, meja dan kursi kayu berpadu dengan lantai ubin yang masih asli dari jaman baheula...sepertinya kalau ditambah dengan alunan musik tempoe doloe jadi bakal lebih oke deh...keroncong Tugu misalnya hehehehe
Bekonsep sebagai restoran keluarga dengan menu masakan Indonesia, pilihan makanannya cukup beragam dengan nama yang cukup unik semisal Nasi Goreng Mas Lik, Soto Ajam Gerobak, Rawoen Banyuwangi dll.
Banyak sudut-sudut dan ruangan yang bisa dipakai untuk makan bareng keluarga atau teman, ngobrol di ruang tamu, duduk minum kopi di teras yang asri, atau silir-silir menikmati angin sore sambil melahap poffertjes di balkon. Mau foto-foto ala jadoel ?…bisa banget…
Sayang kali ini kok temen2 gue kayak si Mbok, Nenek en Cici kok gak pada narcis ya…padahal foto di gerbang masuknya bagus …ada hiasan bendera merah putihnya lagi…masih suasana 17an gitu lhooo….
Dapoer-Bar section 2 Comments
Dapoer-hiasan piring antik
cincau & blewah 2 Comments
|